Serambi»Publikasi»Press Rilis»ADF Rekrut 68 Fasilitator

ADF Rekrut 68 Fasilitator
Selasa, 02 Agustus 2011 16:00 WIB

BANDA ACEH, Aceh Development Fund (ADF) bersama mitranya akan merekrut 68 fasilitator untuk mendukung berbagai pelatihan program Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (Terapan). Program Manajer Terapan, Faisal Hadi, mengatakan di Banda Aceh, Selasa (2/8), bahwa pelatihan tersebut diberikan untuk masyarakat calon penerima manfaat dan sejumlah pihak yang terlibatdalam pengelolaan industri yang dibangun melalui program Terapan.

“Bagi yang berminat bisa mengajukan surat lamaran dan daftar riwayat hidup kepada ADF. Batas pengajuan lamaran hingga tanggal 12 Agustus mendatang. Syaratnya dapat dilihat di website ADF,” katanya. ADF dan tiga mitranya – Perkumpulan BIMA, An-Nisaa’ Center dan Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) – melaksanakan program Terapan yang dananya bersumber dari hibah Multi Donor Fund (MDF) melalui proyek Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi (EDFF)di Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya.

Kegiatan-kegiatan program Terapan adalah pembangunan pabrik es balok, pabrik garam beryodium dan renovasi dapur garam dan filter penyaring air garam milik 169 petani garam, pabrik asap cair, industri pengolahan ikan dan industri desain kreatif. Menurut Faisal, tujuan perekrutan puluhan fasilitator itu untuk mendukung berbagai pelatihansebagai jaminan keberlanjutan kegiatan yang dikerjakan ADF dan mitranya setelah program Terapan berakhir pada Maret tahun 2012.

Tenaga fasilitator nantinya akan memfasilitasi pelatihan untuk para penerima manfaat dan masyarakat antara lain tentang manajemen dan kepemimpinan, administrasi pengelolaan industri yang dibangun, promosi dan pemasaran, anti-korupsi, keuangan, serta keberlanjutan aktifitas yang berwawasan ramah lingkungan. Roys Vahlevi, Training Specialist program Terapan, menyatakan keberhasilan programsangat ditentukan bagaimana peningkatan kapasitas para pemangku kepentinganbaik pengelola kegiatan maupun kelompok masyarakat penerima manfaat.Peningkatan kapasitasitu dirancang secara baik lewat pelatihan dan coachingsehingga hasilnya terukur.

Menurut dia, pelatihan merupakanbagian dari penguatan kapasitas untuk meningkatkan ketrampilan sumber daya manusia dan organisasi yang terkait dengan sistem manajemen baik kelompok masyarakat maupun kelembagaan.

“Jadi, tujuan pelatihan pada program Terapan untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat kemampuan pengelola kegiatan yang dibangun, masyarakat penerima manfaat, fasilitator pendamping masyaraat dan institusi lain terkait dengan program,” kata Roys.