TGJ - Banda Aceh, Aceh Development Fund (ADF) dan mitranya akan membangun sebuah pabrik es balok di Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Meureudu, Pidie Jaya untuk memenuhi kebutuhan es bagi nelayan setempat dan daerah sekitarnya.
Afrizal Tjoetra, Direktur Eksekutif ADF, mengatakan bahwa pembangunan pabrik es balok itu ialah satu dari sejumlah kegiatan dalam program Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (TERAPAN) yang dilaksanakan di Pidie Jaya dan Bireuen.
Program TERAPAN merupakan bagian Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi (EDFF), yang dananya dari hibah Multi Donor Fund (MDF). Program ini dikerjakan ADF dan tiga mitranya yang tergabung dalam wadah konsorsium. Lembaga mitra itu adalah Perkumpulan BIMA, An-Nisaa’ Centre dan Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
“Nilai investasi yang diplotkan untuk pembangunan pabrik es balok, peralatan mesin dan berbagai pendukung lain mencapai Rp 5,4 milyar,” kata Afrizal.
“Pabrik tersebut nantinya mampu memproduksi 30 ton es balok dalam sehari.”
Faisal Hadi, Manager Program TERAPAN, menyatakan, alasan pembangunan pabrik es balok di PPI Meureudu, karena potensi perikanan di Pidie Jaya cukup besar. Setiap tahunnya, tangkapan ikan nelayan setempat hampir mencapai 5.000 ton.
Dari survey lapangan yang dilakukan sebelum rencana pembangunan pabrik es balok, menurut Faisal, persediaan es kadang kurang. Kalaupun cukup, harganya agak mahal karena es dipasok dari Sigli. Kadang harganya bisa mencapai Rp27.000 perbatang.
“Setelah pabrik itu berproduksi, diharapkan harga es balok yang dibutuhkan nelayan Pidie Jaya bisa ditekan sehingga modal yang dikeluarkan nelayan ketika melaut lebih murah,” katanya.
Faisal menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu turunnya surat persetujuan dari Bank Dunia selaku wali amanah MDF menyangkut pelaksanaan tender pembangunan pabrik es balok itu.
“Begitu persetujuan itu keluar, kami segera mengumumkan tender pembangunan pabrik es,” katanya sambil menyebutkan, pihaknya juga menyediakan satu mobil box untuk mendistribusikan es.
Selain membangun konstruksi fisik pabrik es, konsorsium program TERAPAN juga akan melatih manajemen, kepemimpinan, dan training lain bagi koperasi nelayan dan pedagang ikan yang akan dibentuk untuk keberlanjutan pabrik es balok dimaksud.
“Pabrik itu nantinya akan menjadi milik nelayan, pedagang ikan dan masyarakat yang melakukan kegiatan perikanan di PPI Meureudu. Mereka akan tergabung dalam satu koperasi yang akan dibentuk,” katanya.