
Kegiatan menjemur ikan
BANDA ACEH - Panglima Laot (lembaga adat laut) Aceh mendukung program yang dilaksanakan Aceh Development Fund dalam bentuk proyek Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (Terapan) senilai Rp 41,5 miliar, sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat nelayan.
“Program seperti ini sudah cukup lama ditunggu masyarakat terutama ibu-ibu nelayan. Diharapkan program ini akan menjadi pemicu tumbuhnya industri rumah tangga bidang perikanan di Aceh yang selama ini terabaikan,” kata Sekretaris Umum Panglima Laot Aceh H Umar Bin Abd Aziz di Banda Aceh, Sabtu (15/1).
Untuk itu, ia berharap ADF sukses menerapkan program tersebut dan ada model yang dapat direplikasi oleh Pemerintah Aceh, sehingga bermanfaat untuk menyejahterakan masyarakat nelayan. Disebutkan, proyek Terapan itu segera diimplementasikan di Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen. Saat ini sedang disosialisasikan pada mereka yang terlibat dalam program itu.
Sementara Ketua Unit Manajemen Proyek Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi Aceh (PMU AEDFF) Prof Dr Ir Amhar Abubakar MSc mengatakan, program ini adalah orientasi proyek dan penguatan manajemen yang pertama digelar oleh lembaga pelaksana proyek AEDFF.
AEDFF merupakan proyek lanjutan peningkatan perekonomian masyarakat Aceh yang dananya bersumber dari Multi Donor Fund (MDF) dan disalurkan melalui Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), tapi pelaksanaan dilakukan oleh NGO baik lokal maupun internasional.
Direktur Eksekutif ADF Afrizal Tjutra menyatakan, pihaknya cukup bangga karena ADF menjadi satu-satunya lembaga lokal yang dipercaya MDF dan Bank Dunia untuk melakukan proyek peningkatan ekonomi masyarakat di Aceh.
Sementara Manajer Proyek Terapan Faisal Hadi menjelaskan program itu merupakan terobosan yang dirancang ADF dan konsorsiumnya untuk menjawab tantangan teknologi dan masalah yang dihadapi nelayan di Pidie Jaya dan Bireuen. Dengan adanya teknologi ramah lingkungan nantinya juga diharapkan mampu mengontrol kestabilan harga jual ikan yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan, katanya.(SI)