Serambi»Program»Penguatan Ekonomi»Projek Terapan»Proyek Terapan Rp41,5 Milyar Mulai Diimplementasikan

Proyek Terapan Rp41,5 Milyar Mulai Diimplementasikan
Admin
Kamis, 13 Januari 2011 14:30 WIB

BANDA ACEH, 11 Jan 2011 –  Proyek Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (Terapan) senilai Rp41,5 milyar yang segera diimplementasikan di Pidie Jaya dan Bireuen mulai disosialisasikan pada mereka yang terlibat dalam program itu.

Orientasi proyek dan penguatan manajemen yang digelar di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh mulai, Selasa (11/1), diikuti 50-an orang yang terlibat dalam proyek yang dilaksanakan Aceh Development Fund (ADF) bersama konsorsiumnya yaitu Fakultas Teknik Unsyiah, LSM Bina Masyarakat (BIMA) dan LSM An-Nisa.
"Kegiatan selama dua hari ini digelar guna mensosialisasi tujuan program Terapan kepada semua komponen yang terlibat dalam implementasi nantinya di lapangan," kata Direktur Eksekutif ADF, Afrizal Tjutra, saat menyampaikan sambutannya pada pembukaan.

Ketua Unit Manajemen Proyek Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi Aceh (PMU AEDFF), Prof Dr. Ir. Amhar Abubakar, MSc yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, ini adalah orientasi proyek dan penguatan manajemen yang pertama digelar oleh lembaga pelaksana proyek AEDFF.

AEDFF merupakan proyek lanjutan peningkatan perekonomian masyarakatAceh yang dananya bersumber dari Multi Donor Fund (MDF) dan disalurkan melalui Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT), tapi pelaksanaan dilakukan oleh NGO baik lokal maupun internasional.

Lembaga lain yang terlibat dalam AEDFF tidak melakukan kegiatan orientasi proyek dan penguatan manajemen seperti ini. Saya berharap dengan langkah awal yang baik ini, pelaksanaan proyek Terapan bisa berjalan dengan baik di lapangan nantinya, ujar Amhar.

Dia mengharapkan program Terapan itu bisa menjadi pilot project yang nantinya bisa dilaksanakan di daerah lain di Indonesia. ”Kita patut berbangga karena proyekTerapan ini satu-satunya proyek AEDFF yang dilaksanakan NGO lokal, sedangkan yang lainnya dikerjakan oleh NGO internasional,” katanya.

Afrizal menambahkan bahwa pihaknya memperoleh dana hibah dari MDF melalui KPDT senilai Rp41,5 milyar lebih. Dia mengaku cukup bangga karena ADF menjadi satu-satunya lembaga lokal yang dipercaya MDF dan Bank Dunia untuk melakukan proyek peningkatan ekonomi masyarakat di Aceh.

Manajer Proyek Terapan, Faisal Hadi, menjelaskan bahwa program itu merupakan terobosan yang dirancang ADF dan konsorsiumnya untuk menjawab tantangan teknologi dan masalah yang dihadapi nelayan di Pidie Jaya dan Bireuen. Dengan adanya teknologi ramah lingkungan nantinya juga diharapkan mampu mengontrol kestabilan harga jual ikan yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan.

Setelah seremonial pembukaan, kegiatan hingga hari Rabu ini dilanjutkan dengan presentasi orientasi proyek dan sub kegiatan yang meliputi pembangunan industri pengolahan ikan, pabrik es balok, pabrik garam beryodium, pabrik asap cair, dan industri desain kreatif di kedua daerah tersebut.