
Direktur ADF, Afrizal Tjoetra (kanan) ditemani oleh Faisal Hadi (PM –TERAPAN) bertemu dengan Menteri KPDT (tengah) dan Bupati Pijay (kiri) dilokasi industri pengolahan ikan di Pantee Raja.
Teknologi Ramah Lingkungan untuk Industri Proses Perikanan (TERAPAN) merupakan program berbasis masyarakat yang bertujuan untuk mendorong perekonomian secara berkesinambungan bagi masyarakat di kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, dengan menggiatkan industri perikanan yang ramah lingkungan.
Program senilai 40 milyar rupiah ini dikerjakan oleh empat lembaga yang tergabung dalam wadah konsorsium, terdiri dari Aceh Development Fund (ADF), Perkumpulan BIMA, An-Nisaa’ Centre, dan Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
TERAPAN sendiri merupakan bagian dari program Fasilitas Pembiayaan Pembangunan Ekonomi untuk Aceh (Aceh Economic Development Financing Facilities - AEDFF), yang dananya bersumber dari Multi Donor Fund (MDF) melalui Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) dimana kegiatannya dilaksanakan melalui pemerintah kabupaten bersama dengan World Bank, BAPPENAS dan BAPPEDA.
Program ini telah dimulai sejak Oktober 2010 hingga Maret 2012. Program ini ditargetkan dapat memberikan manfaat langsung kepada 1800 masyarakat pesisir dan memberikan manfaat yang lebih luas kepada hampir 8000 masyarakat pesisir lainnya di dua kabupaten tersebut
Direktur Eksekutif ADF, Afrizal Tjoetra, menyatakan, lembaga yang dipimpinnya berperan sebagai implementor baik manajemen, keuangan maupun pengelolaan program secara keseluruhan. Pemberdayaan masyarakat dan isu terkait gender dilaksanakan BIMA dan An-Nisaa'. Sedangkan secara teknis, program ini dibantu oleh Fakultas Teknik UNSYIAH.
”Sebagai program yang ramah lingkungan, TERAPAN sangat memperhatikan dampak lingkungan yang mungkin timbul pada saat kegiatan industri berlangsung. Oleh karena itu, sebelum pelaksanaan program, dilakukan kajian mendalam tentang kemungkinan munculnya masalah bagi lingkungan. Analisis dan kajian dilakukan sesuai kriteria dari Bank Dunia selaku pelaksana program-program MDF,” jelas Afrizal.
Sementara, Manager Program TERAPAN, Faisal Hadi, menambahkan, program ini dirancang untuk menjawab tantangan teknologi dan masalah yang dihadapi nelayan Pidie Jaya dan Bireuen. Program pengembangan ekonomi ini diharapkan akan mampu mengontrol kestabilan harga jual ikan yang berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat nelayan kedua kabupaten tersebut. Selanjutnya, penerima manfaat juga akan dibekali sejumlah pelatihan agar program yang dikerjakan terus berjalan setelah kegiatan program TERAPAN berakhir.
“Saat ini, kegiatan program telah mencakup proses pemilihan calon penerima manfaat dan juga memulai proses tender untuk memulai proses pembangunan yang Insya Allah akan berlangsung awal Agustus mendatang. Kami berharap pada akhir tahun ini, berbagai bangunan industri ini akan mulai beroperasi.” Faisal menambahkan.
Kedepan, program ini dapat dilanjutkan oleh masyarakat melalui koperasi atau badan usaha milik gampong yang dibentuk dengan dukungan pemerintah setempat sehingga masyarakat akan dapat merasakan manfaat yang berkelanjutan untuk kehidupan yang lebih baik.